Mungkin kamu bernasib kurang baik karena harus bertemu dengan ku,
Bukan gadis dari kalanganmu.
Beribu bintang sudah menanti di langit,
Malam sudah berganti pagi
Rasa kecewamu kau lampiaskan padaku
Hingga membukit menjadi rasa sesal
Kau tiada akan mampu mengulang pagi kemarin, kau hanya bisa melihat
pagi mendatang, pagi dmn kau temukan aku dengan raga terakhirku,
seonggok daging yang dingin,
yang rindu untuk di benamkan kedalam tanah.
Tak butuh puja dan puji untuk mengucapkan selamat tinggal, tak butuh banyak kata karena hanya butuh segera jauh darimu.
Kau hanya merusakku
Membunuhku
Dan menuntutku menjadi mahluk yang lara
Kau tak hanya membunuh ragaku
Kau juga membunuh jiwaku
Kini ku menari dalam nirwana,
bahagia sebenarnya tanpamu
Rindu aroma alam ini
Sendiri tanpamu menyertai
seonggok daging yang dingin,
yang rindu untuk di benamkan kedalam tanah.
Tak butuh puja dan puji untuk mengucapkan selamat tinggal, tak butuh banyak kata karena hanya butuh segera jauh darimu.
Kau hanya merusakku
Membunuhku
Dan menuntutku menjadi mahluk yang lara
Kau tak hanya membunuh ragaku
Kau juga membunuh jiwaku
Kini ku menari dalam nirwana,
bahagia sebenarnya tanpamu
Rindu aroma alam ini
Sendiri tanpamu menyertai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar